salam pengantar

ASSALAMU'ALAIKUM W.W. SELAMAT DATANG DI BLOG NASRUDIN, MOHON KOMENTARNYA YA...!

Senin, 27 Desember 2010

OBJEK SEJARAH "BENTENG PERTAHANAN BELANDA" PENGARON


OBJEK SEJARAH  “BENTENG PERTAHANAN BELANDA”  PENGARON
( PEMBELAJARAN  LAPANGAN KE TEMPAT OBJEK SEJARAH )
Oleh : Nasrudin
 Penginformasian materi pelajaran terutama yang berhubungan dengan pemahaman nilai-nilai sejarah akan lebih bermakna jika dilaksanakan secara langsung pada tempat  yang menjadi objek dari pembelajaran itu sendiri. Apalagi kajian sejarah tersebut mempunyai nilai nasionalisme yang harus kita tanamkan kepada setiap siswa. Seperti halnya pada tempat bersejarah “Benteng Pertahanan Belanda” di Desa Benteng Pengaron, Kabupaten Banjar yang  menurut sejarah terjadi pertempuran hebat antara pasukan Pangeran Antasari bersama pengikutnya untuk merebut benteng tersebut. Karena itulah saya   membawa para siswa   berkunjung ke tempat objek sejarah tersebut untuk melihat dan menggali informasi secara mendetail. 
 
Untuk memberikan pemahaman kepada siswa tentang objek sejarah yang dikunjungi maka perlu diberikan pemahaman tentang pentignya mempelajari sejarah sebagi bagian kehidupan bangsa dan mereka sendiri pada masa lalu melalui penekanan nilai-nilai sejarah diantaranya sebagai berikut :
  • Bahwa untuk menggali informasi secara mendetail, maka perlu kunjungan ke objeknya secara langsung.
  • Bahwa bekas benteng pertahanan Belanda yang terdapat di Desa Benteng Pengaron mengandung nilai sejarah bagi perjuangan rakyat Banjar.
  • Bahwa Menghargai jasa-jasa para pahlawan, berarti kita meresapi semangat juangnya, meneladani perjuangannya dan kepemimpinannya. Menjaga warisan dari hasil perjuangannya.
  • Bahwa dengan menelusuri tempat-tempat bersejarah seperti benteng pertahahanan Belanda di Desa Benteng adalah untuk menumbuhkan kembali semangat berkebangsaan, membangkitkan rasa cinta tanah air dan menghidupkan kembali rasa kepedulian terhadap sesamanya. Menelusuri kembali perjuangan pahlwan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan adalah untuk menjadi bijak dalam mempertahnkan dan mengisi kemerdekaan itu pula.
               Desa Benteng terletak sekitar 50 km sebelah utara Martapura tepatnya di Kecamatan Pengaron Kabupaten Banjar. Dinamakan Desa Benteng karena di  dalamnya terdapat peninggalan sejarah berupa benteng pertahanan Belanda dalam sebuah hutan dan pegunungan sekitar 2 km dari pemukiman penduduk. Benteng pertahanan yang dibuat dengan betonan dan batu yang kokoh di dalamnya terdapat lorong bawah tanah yang sangat gelap.
Di dalam sejarah Perang Banjar, tepatnya tanggal 28 April 1859, Perang Banjar yang dipimpin oleh Pangeran Antasari meletus, dengan jalan merebut benteng Pengaron milik Belanda yang dipertahankan mati-matian. Desa pegunugan ini pernah menjadi benteng pertahanan Belanda dan berkali-kali digempur oleh Pangeran Antasari. Pertempuran di benteng pengaron ini disambut dengan pertempuran-pertempuran di berbagai medan yang tersebar di Kalimantan Selatan, yang dipimpin oleh Kiai Demang Lehman, Haji Buyasin, Tumenggung Antaluddin, Pangeran Amrullah dan lain-lain.
  Namun sayangnya bekas benteng itu sekarang tidak diabadikan sebagai tempat yang dirawat. Ini terlihat ketika kami bersama siswa mengunjungi tempat tersebut  tidak ada seorang petugaspun yang kami temui sehingga tempat itu layaknya seperti tempat
biasa saja. Ternyata tempat itu dibiarkan begitu saja. Hanya sebagian masyarakat yang kami temui sebagai petani, dan  pencari kayu bakar. Padahal tempat ini mempunyai nilai sejarah yang tinggi, betapa Sang Pangeran beberapa kali menggempur pertahanan Belanda yang sangat kuat di Benteng ini.  Desa ini dulu oleh Belanda dianggap penting, tidak hanya karena baik buat pertahanan, tapi juga ia pernah menghasilkan batubara.
               


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar